Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Bermain

anak-bermain-2
Share Button

Ingat masa kanak-kanak Anda? Rasanya hampir setiap hari diisi dengan bermain. Entah bermain bola atau boneka dengan teman, atau sekedar bermain dengan teman khayalan.

Anak kecil senang bermain. Sayangnya, sebagian orangtua menilai buruk waktu bermain untuk anak. Beberapa orangtua berpendapat jika waktu bermain anak akan lebih bermanfaat jika diisi dengan belajar atau les sehingga si anak mendapat lebih banyak bekal untuk edukasinya.

Jika Anda termasuk orangtua yang berpikir demikian, segera ubah pandangan itu!

Bermain termasuk faktor penting dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Bahkan, bermain juga bisa membantu orangtua tumbuh bersama anak-anak mereka. Margot Sunderland menjelaskan dalam bukunya, Science of Parenting (2006), bayi yang baru lahir memiliki lebih dari 2 miliar sel otak, namun hubungan antar sel ini belum terbentuk dengan sempurna sehingga 75 persen otak mereka baru akan berkembang setelah lahir.

Perkembangan otak terutama terjadi selama lima tahun pertama perjalanan hidup seorang anak. Bermain adalah proses yang dibutuhkan untuk membentuk hubungan syaraf otak yang akan mempengaruhi ingatan, proses belajar, emosi serta kecerdasan sosial hingga tahun-tahun berikutnya.

Manfaat Bermain Untuk Anak

Banyak orang berpikir, bermain adalah saat seseorang mengistirahatkan otak mereka. Namun, bagi anak-anak, bermain justru melatih otak dan keterampilan mereka.

Permainan fisik dan interaktif, termasuk aktivitas seperti berlari, melompat atau aktivitas yang membutuhkan energi tinggi lainnya memiliki sejumlah manfaat bagi anak. Berikut manfaat yang dipaparkan Dr. Jaak Panksepp (2007):

  1. Mencegah gejala karakteristik Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).  Dalam sebuah eksperimen menggunakan tikus yang hiperaktif, terapi bermain ternyata berhasil mengurangi tingkat hiperaktif mereka.
  2. Meningkatkan kecerdasan sosial. Aktivitas bermain mengaktifkan perkembangan area otak yang disebut orbitofrontal cortex serta menghubungkan bagian-bagian lainnya dalam otak. Selain itu, bermain juga memegang peran penting bagi seorang anak mengambil keputusan.
  3. Regulasi emosi. Panksepp menjelaskan, bermain (terutama 30 menit menjelang tidur) dapat mengurangi masalah tidur bagi anak. Bukan itu saja, bermain juga mampu mengurangi depresi pada anak maupun orang dewasa.

Selain itu, kegiatan bermain yang melibatkan imajinasi atau mengeksplorasi tempat-tempat tertentu (seperti bermain rumah-rumahan) memiliki manfaat lain yang tak kalah penting:

  1. Meningkatkan kapasitas otak untuk belajar dan mengingat. Dalam sebuah eksperimen menggunakan tikus, satu kelompok diberikan lingkungan bermain yang ‘kaya’ seperti terowongan, roda dan mainan lain. Sementara, kelompok lainnya tidak mendapat fasilitas seperti itu. Setelah dua bulan, tikus-tikus di kelompok dengan fasilitas bermain diketahui memiliki 50 ribu sel otak lebih banyak pada hippocampus mereka dibandingkan kelompok lainnya.
  2. Regulasi emosi, kompetensi sosial dan interaksi lingkungan. Sebuah studi terhadap anak-anak usia 5-7 tahun mempraktekkan aktivitas bermain ‘pura-pura’ dengan setting sekolah. Hasilnya, permainan pura-pura itu memiliki kaitan positif terhadap keterlibatan anak dalam aktivitas sekolah dan interaksi bersama teman-teman sebayanya.

Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Waktu Bermain?

Sayangnya, di masa modern ini, sebagian anak memiliki waktu lebih sedikit untuk melakukan permainan aktif maupun kreatif dibandingkan anak-anak sebaya mereka beberapa dekade lalu.

Sebuah laporan bertajuk Crisis in the Kindergarten: Why Children Need Play in School yang menemukan bahwa taman kanak-kanak di New York dan Los Angeles menyediakan waktu tiga jam per hari bagi siswa-siswanya untuk membaca dan mempelajari instruksi matematika maupun persiapan ujian. Sementara, waktu bebas alias bermain hanya diberikan setengah jam setiap harinya.

Bahkan, menurut psikolog David Elkind dari Tufts University, saat ini anak-anak memiliki waktu bermain setiap minggunya 8 jam lebih sedikit dibandingkan 20 tahun lalu. Waktu yang hilang itu kini dihabiskan anak-anak untuk memainkan program komputer, kegiatan olahraga terorganisir dan aktivitas lainnya.

“Aktivitas bermain sangat penting bagi anak-anak, untuk perkembangan sosial dan kognitif mereka. Tapi, kita mengambilnya dari mereka,” papar psikolog Kathy Hirsh-Pasek, PhD.

Lantas, apa dampaknya jika seorang anak tidak memiliki waktu bermain yang cukup? Dalam penelitiannya 2009 lalu, Karen Stagnitti menuliskan, seorang anak yang tidak memiliki waktu bermain cukup cenderung lebih sulit mengikuti aktivitas di sekolah

Keuntungan Bermain Bagi Orangtua

Anda mungkin menganggap bermain bersama anak Anda ‘hanyalah’ sekadar kewajiban sebagai orangtua. Tapi, jangan salah, orangtua sebenarnya juga mendapat keuntungan dari aktivitas bermain bersama anak.

Hormon oxytocin memegang peranan besar dalam bonding antara orangtua-anak maupun perilaku sosial dan emosional. Kadar oxytocin akan meningkat ketika para ibu dan ayah berpartisipasi dalam aktivitas permainan bersama bayi dan/atau balita mereka. Ketika hormon oxytocin dilepaskan dalam tubuh orangtua, Anda bisa merasakan layaknya mendapat pijatan relaksasi gratis bagi jiwa dan raga Anda.

Tips Bermain Bersama Anak

Anda sudah memahami pentingnya waktu bermain bagi seorang anak. Kini Anda siap menemani buah hati tercinta bermain.

Tapi, sebelum melakukan itu, ada baiknya Anda simak dulu beberapa tips untuk mengoptimalkan waktu bermain bersama anak.

Bermain bersama anak melibatkan kegiatan observasi, mendengarkan, berbicara, mendukung dan pemahaman secara aktif. Pastikan Anda memberikan interaksi dua arah kepada anak Anda, namun usahakan agar Anda tidak terus-terusan menyela pembicaraan mereka. Lebih baik biarkan anak mengeksplorasi lingkungan dan sensasi yang mereka rasakan sehingga mereka yang akan mengundang Anda masuk dalam percakapan.

Selain itu, pastikan Anda benar-benar terlibat dalam interaksi bersama anak sehingga anak Anda akan melakukan hal yang sama di kemudian hari. Jadi, hindari menggunakan alat-alat komunikasi seperti gadget ketika sedang bermain bersama anak.

Dan yang paling penting, jangan lupa untuk tersenyum, tertawa dan membuat anak tertawa. Manfaatkan waktu bermain sedemikian rupa agar Anda dan anak dapat menghabiskan waktu yang menyenangkan sekaligus membantu anak mengembangkan keterampilan yang dapat mereka terapkan di masa mendatang.

Sumber referensi:

American Psychological Association http://www.apa.org/monitor/2009/09/child-play.aspx

Baby Center http://www.babycenter.com/0_how-your-child-benefits-from-play_64065.bc


admin

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someonePrint this page

Leave a Reply